MAKALAH
STRATEGI
PEMBELAJARAN DI SD
“ Hakikat Media Pembelajaran “
DISUSUN OLEH :
Nama : Monita Utami
Bp : 1820180
Kelas : PGSD 44
DOSEN PEMBIMBING
Yessi Rifmasari, M. Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2020
A. Hakikat Media Pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi.
Menurut Sanjaya,Wina (2006, 162) mengemukakan bahwa dalam suatu proses
komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok, yaitu komponen pengirim pesan
(guru), komponen penerima pesan (murid), dan komponen pesan itu sendiri yang
biasanya berupa materi pelajaran. Kadang dalam proses pembelajaran terjadi
kegagalan komunikasi. Artinya, materi pelajaran atau pesan yang disampaikan
guru tidak dapat diterima oleh murid dengan optimal, artinya tidak seluruh
materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh murid, lebih lagi murid
sebagai penerima pesan salah menangkap isi pesan yang disampaikan. Untuk
menghindari semua itu, maka guru dapat menyusun strategi pembelajran dengan
memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar.
1. Definisi media
Kata Media berasal dari bahasa latin dan merupakan
bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau
pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke
penerima pesan. Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education
Association/NEA) dalam (Sadirman,Arief S, dkk. 2008:7) memiliki pengertian yang
berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual
serta peralatannya. Apapun batasan yang diberikan, ada persamaan diantara
batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian dan, minat serta perhatian murid sedemikian rupa
sehingga proses belajar terjadi.
Gerlach dan Ely (dalam Arsyad, Azhar.2009.3)
mengatakan bahwa media apa bila dipahami secar garis besar adalah manusia,
materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks,
dan lingkungan sekolah merupakan media. Secarah lebih khusus, pengertian media
dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis,
photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali
informasi visual atau verbal.
2. Definisi Media pembelajaran
Media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan
sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal. Dengan istilah
mediator, media berfungsi mengatur hubungan yang efektif antara siswa dan isi
pelajaran dalam pembelajaran. Dapat dikatakan pula setiap system pembelajaran
yang melakukan mediasi, mulai dari guru sampai peralatan canggih dapat disebut
sebagai media. Dengan demikian, media pembelajaran adalah alat yang
menyampai-kan atau menyalurkan pesan pembelajaran.
Inti dari pembelajaran adalah proses komunikasi.
Komponen komponen proses komunikasi dalam pembelajaran terdiri atas (a) pesan
berupa materi pelajaran, (b) sumber pesan, (c) media, dan (d) penerima pesan
yaitu siswa.
B. Kriteria
Media Pembelajaran
Gerlach menyebutkan bahwa media jika
dipahami dalam garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun
kondisi yang membuat siswa mampu meperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap
(Arsyad (2002).
Ruseffendi, (1994:132) mendefinisikan alat peraga atau
media pembelajaran merupakan alat untuk menerangkan / mewujudkan konsep.
batasan bahwa alat peraga merupakan alat bantu mendidik dan mengajarkan siswa
agar apa yang diajarkan mudah dimengerti oleh siswa.
Dalam hal ini, Muchadis (1996:14) mengemukakan
beberapa kriteria yang dapat dipakai untuk menentukan keberhasilan suatu media
pembelajaran.
Adapun kriteria
keberhasilan media terdiri atas :
1.
tingkat ketertarikan,
2.
keterpahaman,
3.
kredibilitasnya,
4.
tingkat identifikasi perilaku atau kejadian,
5.
ketepatan pesan yang disampaikan,
6.
daya penuh terhadap pemusatan perhatian,
7.
tingkat kesesuaiannya dengan usia,
8.
keefektifan pendekatannya,
9.
keseimbangannya dengan kelompok masyarakat,
10.
tingkat penghargaan terhadap nilai-nilai,
11.
tingkat keakuratan isinya,
12.
kontribusinya terhadap kemampuan daya ingat,
13.
efektif, dan
14.
standar teknis.
Beberapa istilah media pembelajaran yang kebanyakan para ahli pendidikan
membedakannya antara media dan alat peraga, namun kedua istilah tersebut juga
digunakan saling bergantian. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
memilih media, antara lain tujuan pembelajaran yang ingin dicapai,
ketepatgunaan, kondisi siswa, ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak,
mutu teknis dan biaya. Oleh sebab itu.
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara
lain:
1.
Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini
merupakan komponen yang utama yang harus diperhatikan dalam memilih media.
Dalam penetapan media harus jelas dan operasional, spesifik, dan benar-benar
tergambar dalam bentuk perilaku (behavior).
2. Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih
media. Sesuai atau tidaknya antara materi dengan media yang digunakan akan berdampak
pada hasil pembelajaran siswa.
3. Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang
serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor
umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak
menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran.
4. Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri
media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang
guru. Seringkali suatu media dianggap tepat untuk digunakan di kelas akan
tetapi di sekolah tersebut tidak tersedia media atau peralatan yang diperlukan,
sedangkan untuk mendesain atau merancang suatu media yang dikehendaki tersebut
tidak mungkin dilakukan oleh guru.
5. Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan
kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan
ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
6. Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan media harus seimbang dengan
hasil yang akan dicapai. Pemanfaatan media yang sederhana mungkin lebih
menguntungkan daripada menggunakan media yang canggih (teknologi tinggi)
bilamana hasil yang dicapai tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan.
7. Imansjah Alipande (2000 : 153) mengemukakan, “Alat bantu mengajar atau alat
peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam mengajar agar
pengajaran dapat berlangsung efektif dan efisien.
C. Peran Media dalam Pembelajaran
Seperti yang telah disebutkan diatas media sangat berperan penting dalam
proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran. Terdapat beberapa alasan
pentingnya media dalam pembelajaran , yaitu :
1. Objek itu
abstrak sehingga memerlukan peragaan dengan alat pembelajaran , materi
yang abstrak disajikan kedalam pendekatan yang lebih konkret, ada
visualisasinya, serta manfaat dalam mempelajari materi tersebut dalam kehidupan
sehari-hari. Sementara menurut Murwani (1999), untuk membelajarkan
secara benar pada siswa mutlak harus menggunakan alat peraga untuk
memudahkan siswa mengenal konsep‑konsep .
2. Sifat materi
tidak mudah dipahami materi dari bersifat abstrak, hal
ini menjadikan materi tidak mudah dipahami oleh kebanyakan siswa.
Maka dari itu dengan alat pembelajaran siswa diharuskan
berpartisipasi lebih aktif, mereka tidak hanya melihat, mendengar, dan
memperhatikan saja, tetapi mereka juga harus melakukan/latihan, sehingga
pembelajaran minds on dan hands on bisa tercapai, konsep dibangun oleh siswa
sendiri.
3. Hirarki ketat
dan kaku. Dalam terdapat materi prasyarat yang diperlukan untuk
dapat menginjak ke materi selanjutnya. Hirarki belajar menurut Gagne harus
disusun dari atas ke bawah atau up down (Orton,1987). Dimulai dengan menempatkan
kemampuan, pengetahuan, ataupun keterampilan yang menjadi salah satu tujuan
dalam proses pembelajaran di puncak dari hirarki belajar tersebut, diikuti
kemampuan, keterampilan, atau pengetahuan prasyarat (prerequisite) yang harus
mereka kuasai lebih dahulu agar mereka berhasil mempelajari keterampilan atau
pengetahuan diatasnya. Hirarki bersifat ketat dan kaku
artinya dalam pemecahan masalah membutuhkan aturan, prinsip dan konsep-konsep
terdefinisi sebagai prasyaratnya, yang membutuhkan konsep konkret sebagai prasyarat
berikutnya lagi. Jadi diperlukan media agar dapat menuntun untuk terbiasa dalam
belajar yang tatanannya bersifat siatematis dan cenderung kaku.
4. Aplikasi kurang
nyata. Dapat dirasakan oleh siswa bahwa aplikasi itu kurang nyata,
bahkan siswa hanya menganggap bahwa adalah kumpulan angka dan
simbol-simbol. Oleh karena itu diperlukan media agar dapat
diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu siswa juga dapat
dengan mudah dalam mempelajari konsep-konsep dalam .
5. Belajar perlu
fokus. memang tidah mudah dipahami, serta hirarkinya yang kaku
sehingga membuat siswa menjadi kesulitan dalam mempelajari . Maka dari
itu siswa harus fokus ketika guru sedang menerangkan materi , sedangkan
kebanyakan guru menggunakan metode ceramah dalam pembelajarannya. Akibatnya
siswa menjadi cepat lelah dan bosan dalam belajar , oleh karena itu guru
dituntut untuk memiliki kreatifitas dalam pembelajaran . Alat peraga
dapat membatu guru untuk menyampaikan ide atau gagasannya dalam pembelajaran
agar siswa lebih aktif dan tidak bosan.
6. Citra pembelajaran
kurang baik. Pandangan siswa saat ini terhadap memang
kurang baik, mereka berpandangan bahwa pembelajaran itu menakutkan,
tegang, bosan dan banyak PR. Hal ini disebabkan karena guru kurang dapat
mengkomunikasikan materi yang bersifat kaku tersebut agar dapat
diterima dan dipahami dengan baik oleh siswa. Pembelajaran di
sekolah sampai saat ini umumnya dimulai dari penyampaian definisi atau
pengertian dari suatu objek secara intuitif, dilanjutkan dengan pengoperasian
terhadap objek tersebut, serta diakhiri dengan pemberian contoh kemudian
pemberian tugas atau PR yang banyak sebagai latihan. Dalam pembelajaran
yang notabennya banyak siswa yang menganggap bahwa itu
sulit, penuh dengan rumus-rumus dan angka-angka, sehingga sebelum kegiatan
pembelajaran dimulai siswa sudah menyerah dan merasa tidak akan mampu menguasai
materi pelajaran yang akan disampaikan, hal ini mengakibatkan siswa menjadi
tidak dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Maka dari itu
alat peraga dapat membantu guru untuk mengubah paradigma yang selama ini
berkembang pada masyarakat pada umumnya dan siswa khususnya.
7. Kemampuan kognitif siswa masih
konkret. Pada dasarnya kemampuan kognitif siswa itu konkret, sedangkan materi
itu bersifat abstrak. Hal ini akan menjadi hambatan bagi siswa
dalam pembelajaran . maka untuk memahami konsep dan prinsip masih
diperlukan pengalaman melalui obyek konkret (Soedjadi, 1995:1) Suatu konsep
diangkat melalui manipulasi dan observasi terhadap obyek konkret, kemudian
dilakukan proses abstraksi dan idealisasi. Jadi dalam proses pembelajaran
, peranan media/alat peraga sangat penting untuk pemahaman suatu konsep
atau prinsip.
D. Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran
Adapun kelebihan menggunakan media dalam pembelajaran
antara lain:
1.
Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga
lebih jelas dipahami siswa sehingga memungkinkan siswa menguasai tujuan
pengajaran lebih baik.
2.
Metode mengajar akan lebih bervariasi.
3.
Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar
4.
Motivasi belajar dari para siswa dapat ditumbuhkan /
dinaikkan
5.
Dapat mengatasi sifat pasif dari para siswa
Adapun kekurangan dalam penggunaan media dalam pengajaran
antara lain:
1.
Biaya pengadaan
2. Pengalaman seorang guru dalam menggunakan media pengajaran tersebut.
E. Fungsi Media Pembelajaran
Menurut Latuheru (1988), fungsi utama dari media
pembelajaran adalah untuk meningkatkan interaksi antara guru dan murid. Sejalan
dengan Latuheru, Brown, Lewis dan Harcleroad (1983), menyatakan bahwa media
pembelajaran berperan semakin penting untuk memungkinkan siswa mencapai manfaat
dari belajar secara individual.
Secara rinci Sadiman (1990) menyatakan bahwa fungsi media pembelajaran
adalah sebagai berikut :
1.
Dengan menggunakan media pembelajaran pesan yang akan
dikomunikasikan menjadi jelas dan dapat dipahami.
2.
Digunakan untuk mengatasi keterbatasan indra, ruang
dan waktu.
3.
Dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan
belajar
4.
Memungkinkan interaksi langsung antara murid dengan
lingkungan dan realita belajar.
5.
Dapat memberikan rangsangan dan pengalaman belajar
yang sama dan membangkitkan persepsi yang sama pula walau ada perbedaan pada
setiap individu siswa.
F. Peranan Media Dan Sumber Belajar
1. Peranan media pembelajaran
Ada beberapa peranan media pembelajaran menurut Ahmad Rohani (1997),
diantaranya adalah:
a.
Media pembelajaran mengatasi perbedaan pengalaman
pribadi peserta didik.
b.
Media pembelajaran mengatasi batas-batas ruang kelas.
c.
Mengamati benda yang terlalu kecil.
d.
Mengamati benda yang bergerak terlalu cepat atau
terlalu lambat.
e.
Mengamati suara yang halus untuk didengar.
f.
Mengamati peristiwa-peristiwa alam.
g.
Media pembelajaran berperan membangkitkan minat
belajar yang baru.
Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa media
pembelajaran berperan untuk membantu mewujudkan tujuan pembelajaran. Media
pembelajaran dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang menyangkut
pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nana Sudjana (2005) bahwa media
pembelajaran berperan untuk mengatasi kesulitan proses pembelajaran.
2. Peranan Sumber Belajar
Sama halnya seperti media pembelajaran, sumber belajar juga memiliki
peranan, diantaranya adalah sebagai berikut:
a.
Menjembatani anak atau siswa dalam memperoleh pengetahuan
(belajar).
b. Mentransmisi rangsangan atau informasi kepada anak atau siswa (ungkapan
transmisi dalam konteks ini mempunyai dimensi banyak dan dapat dikaitkan dengan
pertanyaan-pertanyaan “apa, siapa, di mana, dan bagaimana”; pertanyaan-pertanyaan
ini amat berguna sebagai alat bantu mengorganisasi dimensi sumber belajar.
G. Manfaat Media Dalam Pembelajaran
Secara umum manfaat media dalam pembelajaran adalah
memperlancar interaksi guru dan siswa, dengan maksud untuk membantu siswa
belajar secara optimal. Namun demikian, secara khusus manfaat media
pembelajaran seperti dikemukakan oleh Kemp dan Dayton (1985), yaitu:
1.
Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
2. Guru mungkin mempunyai penafsiran yang beraneka ragam tentang sesuatu hal.
Melalui media, penafsiran yang beraneka ini dapat direduksi, sehingga materi
tersampaikan secara seragam.
3. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.
4. Media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat
dilihat (visual), sehingga dapat mendeskripsikan prinsip, konsep, proses maupun
prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lebih jelas dan
lengkap.
5. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
6. Jika dipilih dan dirancang dengan benar, maka media dapat membantu guru dan
siswa melakukan komunikasi dua arah secara aktif. Tanpa media, guru mungkin
akan cenderung berbicara “satu arah” kepada siswa.
7. Jumlah waktu belajar dapat dikurangi.
8. Seringkali terjadi, para guru banyak menghabiskan waktu untuk menjelaskan
materi ajar. Padahal waktu yang dihabiskan tidak perlu sebanyak itu, jika
mereka memanfaatkan media dengan baik.
9. Kualitas belajar siswa dapat lebih ditingkatkan.
10.
Penggunaan media tidak hanya membuat proses
pembelajaran lebih efesien, tetapi juga membanu siswa menyerap materi ajar
secara lebih mendalam dan utuh.
11. Proses pembelajaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.
12. Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa
dapat belajar di mana saja dan kapan saja mereka mau, tanpa bergantung pada
keberadaan guru.
13. Sikap positif siswa terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
DAFTAR
PUSTAKA
Asyhar, Rayandra. 2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press Jakarta.
Rayandra,Asyhar.20011.Kreatif mengembangkan media
pembelajaran.hal.4.
M.Sobry, Sutikno,dkk.2009.Media pembelajaran.hal.1-8.
Materi nya bagus,
BalasHapusSaya ingin bertanya bagaimana cara menumbuhkan motivasi belajar para siswa?
Luar biasa ilmu nya..perdalamkan lagi leterasi nya👍
BalasHapusTerimakasih artikelnya sangat membantu
BalasHapusTerimakasih kak artikelnya sangat membantu
BalasHapusMaterinya bagus. Di tingkatkan lagi ya👍
BalasHapus