Jumat, 20 Maret 2020

Hakikat Media Pembelajaran


MAKALAH

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

 “ Hakikat Media Pembelajaran “


DISUSUN OLEH :
Nama    : Monita Utami
   Bp       : 1820180
Kelas    : PGSD 44

DOSEN PEMBIMBING
Yessi Rifmasari, M. Pd.

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020



A. Hakikat Media Pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Menurut Sanjaya,Wina (2006, 162) mengemukakan bahwa dalam suatu proses komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok, yaitu komponen pengirim pesan (guru), komponen penerima pesan (murid), dan komponen pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi pelajaran. Kadang dalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi. Artinya, materi pelajaran atau pesan yang disampaikan guru tidak dapat diterima oleh murid dengan optimal, artinya tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh murid, lebih lagi murid sebagai penerima pesan salah menangkap isi pesan yang disampaikan. Untuk menghindari semua itu, maka guru dapat menyusun strategi pembelajran dengan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar.

1. Definisi media
Kata Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) dalam (Sadirman,Arief S, dkk. 2008:7) memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Apapun batasan yang diberikan, ada persamaan diantara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan, minat serta perhatian murid sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Gerlach dan Ely (dalam Arsyad, Azhar.2009.3) mengatakan bahwa media apa bila dipahami secar garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secarah lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

2. Definisi Media pembelajaran
Media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal. Dengan istilah mediator, media berfungsi mengatur hubungan yang efektif antara siswa dan isi pelajaran dalam pembelajaran. Dapat dikatakan pula setiap system pembelajaran yang melakukan mediasi, mulai dari guru sampai peralatan canggih dapat disebut sebagai media. Dengan demikian, media pembelajaran adalah alat yang menyampai-kan atau menyalurkan pesan pembelajaran.
Inti dari pembelajaran adalah proses komunikasi. Komponen komponen proses komunikasi dalam pembelajaran terdiri atas (a) pesan berupa materi pelajaran, (b) sumber pesan, (c) media, dan (d) penerima pesan yaitu siswa.

 B. Kriteria Media Pembelajaran
Gerlach menyebutkan bahwa media jika dipahami dalam garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu meperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap (Arsyad (2002).
Ruseffendi, (1994:132) mendefinisikan alat peraga atau media pembelajaran merupakan alat untuk menerangkan / mewujudkan konsep.  batasan bahwa alat peraga merupakan alat bantu mendidik dan mengajarkan siswa agar apa yang diajarkan mudah dimengerti oleh siswa.
Dalam hal ini, Muchadis (1996:14) mengemukakan beberapa kriteria yang dapat dipakai untuk menentukan keberhasilan suatu media pembelajaran.
Adapun kriteria keberhasilan media terdiri atas :
1.      tingkat ketertarikan,
2.     keterpahaman,
3.     kredibilitasnya,
4.     tingkat identifikasi perilaku atau kejadian,
5.     ketepatan pesan yang disampaikan,
6.     daya penuh terhadap pemusatan perhatian,
7.     tingkat kesesuaiannya dengan usia,
8.     keefektifan pendekatannya,
9.     keseimbangannya dengan kelompok masyarakat,
10.   tingkat penghargaan terhadap nilai-nilai,
11.    tingkat keakuratan isinya,
12.   kontribusinya terhadap kemampuan daya ingat,
13.   efektif, dan
14.   standar teknis.

Beberapa istilah media pembelajaran yang kebanyakan para ahli pendidikan membedakannya antara media dan alat peraga, namun kedua istilah tersebut juga digunakan saling bergantian. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, ketepatgunaan, kondisi siswa, ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak, mutu teknis dan biaya. Oleh sebab itu.

Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain:
1.   Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen yang utama yang harus diperhatikan dalam memilih media. Dalam penetapan media harus jelas dan operasional, spesifik, dan benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku (behavior).
2.  Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media. Sesuai atau tidaknya antara materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa.
3.  Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran.
4.  Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru. Seringkali suatu media dianggap tepat untuk digunakan di kelas akan tetapi di sekolah tersebut tidak tersedia media atau peralatan yang diperlukan, sedangkan untuk mendesain atau merancang suatu media yang dikehendaki tersebut tidak mungkin dilakukan oleh guru.
5.  Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
6.  Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan media harus seimbang dengan hasil yang akan dicapai. Pemanfaatan media yang sederhana mungkin lebih menguntungkan daripada menggunakan media yang canggih (teknologi tinggi) bilamana hasil yang dicapai tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan.
7.  Imansjah Alipande (2000 : 153) mengemukakan, “Alat bantu mengajar atau alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan  dalam mengajar agar pengajaran dapat  berlangsung efektif dan efisien.



C. Peran Media dalam Pembelajaran
Seperti yang telah disebutkan diatas media sangat berperan penting dalam proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran. Terdapat beberapa alasan pentingnya media dalam pembelajaran  , yaitu :
1.    Objek   itu abstrak sehingga memerlukan peragaan dengan alat pembelajaran  , materi   yang abstrak disajikan kedalam pendekatan yang lebih konkret, ada visualisasinya, serta manfaat dalam mempelajari materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sementara menurut Murwani (1999), untuk membelajarkan   secara benar pada siswa mutlak harus menggunakan alat peraga untuk memudahkan siswa mengenal konsepkonsep  .
2.    Sifat materi   tidak mudah dipahami materi dari   bersifat abstrak, hal ini menjadikan materi   tidak mudah dipahami oleh kebanyakan siswa. Maka dari itu dengan alat pembelajaran   siswa diharuskan berpartisipasi lebih aktif, mereka tidak hanya melihat, mendengar, dan memperhatikan saja, tetapi mereka juga harus melakukan/latihan, sehingga pembelajaran minds on dan hands on bisa tercapai, konsep dibangun oleh siswa sendiri.
3.    Hirarki   ketat dan kaku. Dalam   terdapat materi prasyarat yang diperlukan untuk dapat menginjak ke materi selanjutnya. Hirarki belajar menurut Gagne harus disusun dari atas ke bawah atau up down (Orton,1987). Dimulai dengan menempatkan kemampuan, pengetahuan, ataupun keterampilan yang menjadi salah satu tujuan dalam proses pembelajaran di puncak dari hirarki belajar tersebut, diikuti kemampuan, keterampilan, atau pengetahuan prasyarat (prerequisite) yang harus mereka kuasai lebih dahulu agar mereka berhasil mempelajari keterampilan atau pengetahuan diatasnya.  Hirarki   bersifat ketat dan kaku artinya dalam pemecahan masalah membutuhkan aturan, prinsip dan konsep-konsep terdefinisi sebagai prasyaratnya, yang membutuhkan konsep konkret sebagai prasyarat berikutnya lagi. Jadi diperlukan media agar dapat menuntun untuk terbiasa dalam belajar   yang tatanannya bersifat siatematis dan cenderung kaku.
4.    Aplikasi   kurang nyata. Dapat dirasakan oleh siswa bahwa aplikasi   itu kurang nyata, bahkan siswa hanya menganggap bahwa   adalah kumpulan angka dan simbol-simbol. Oleh karena itu diperlukan media agar   dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu siswa juga dapat dengan mudah dalam mempelajari konsep-konsep dalam  .
5.    Belajar   perlu fokus.   memang tidah mudah dipahami, serta hirarkinya yang kaku sehingga membuat siswa menjadi kesulitan dalam mempelajari  . Maka dari itu siswa harus fokus ketika guru sedang menerangkan materi  , sedangkan kebanyakan guru menggunakan metode ceramah dalam pembelajarannya. Akibatnya siswa menjadi cepat lelah dan bosan dalam belajar  , oleh karena itu guru dituntut untuk memiliki kreatifitas dalam pembelajaran  . Alat peraga dapat membatu guru untuk menyampaikan ide atau gagasannya dalam pembelajaran   agar siswa lebih aktif dan tidak bosan.
6.   Citra pembelajaran   kurang baik. Pandangan siswa saat ini terhadap   memang kurang baik, mereka berpandangan bahwa pembelajaran   itu menakutkan, tegang, bosan dan banyak PR. Hal ini disebabkan karena guru kurang dapat mengkomunikasikan materi   yang bersifat kaku tersebut agar dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh siswa. Pembelajaran   di sekolah sampai saat ini umumnya dimulai dari penyampaian definisi atau pengertian dari suatu objek secara intuitif, dilanjutkan dengan pengoperasian terhadap objek tersebut, serta diakhiri dengan pemberian contoh kemudian pemberian tugas atau PR yang banyak sebagai latihan. Dalam pembelajaran   yang notabennya banyak siswa yang menganggap bahwa   itu sulit, penuh dengan rumus-rumus dan angka-angka, sehingga sebelum kegiatan pembelajaran dimulai siswa sudah menyerah dan merasa tidak akan mampu menguasai materi pelajaran yang akan disampaikan, hal ini mengakibatkan siswa menjadi tidak dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Maka dari itu alat peraga dapat membantu guru untuk mengubah paradigma yang selama ini berkembang pada masyarakat pada umumnya dan siswa khususnya.
7.   Kemampuan kognitif siswa masih konkret. Pada dasarnya kemampuan kognitif siswa itu konkret, sedangkan materi   itu bersifat abstrak. Hal ini akan menjadi hambatan bagi siswa dalam pembelajaran  . maka untuk memahami konsep dan prinsip masih diperlukan pengalaman melalui obyek konkret (Soedjadi, 1995:1) Suatu konsep diangkat melalui manipulasi dan observasi terhadap obyek konkret, kemudian dilakukan proses abstraksi dan idealisasi. Jadi dalam proses pembelajaran  , peranan media/alat peraga sangat penting untuk pemahaman suatu konsep atau prinsip.

D. Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran  
Adapun kelebihan menggunakan media dalam pembelajaran   antara lain:
1.     Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih jelas dipahami siswa sehingga memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
2.    Metode mengajar akan lebih bervariasi.
3.    Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar
4.    Motivasi belajar dari para siswa dapat ditumbuhkan / dinaikkan
5.    Dapat mengatasi sifat pasif dari para siswa


Adapun kekurangan dalam penggunaan media dalam pengajaran   antara lain:
1.   Biaya pengadaan
2.  Pengalaman seorang guru dalam menggunakan media pengajaran tersebut.

E. Fungsi  Media Pembelajaran
Menurut Latuheru (1988), fungsi utama dari media pembelajaran adalah untuk meningkatkan interaksi antara guru dan murid. Sejalan dengan Latuheru, Brown, Lewis dan Harcleroad (1983), menyatakan bahwa media pembelajaran berperan semakin penting untuk memungkinkan siswa mencapai manfaat dari belajar secara individual.
Secara rinci Sadiman (1990) menyatakan bahwa fungsi media pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.     Dengan menggunakan media pembelajaran pesan yang akan dikomunikasikan menjadi jelas dan dapat dipahami.
2.    Digunakan untuk mengatasi keterbatasan indra, ruang dan waktu.
3.    Dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan belajar
4.    Memungkinkan interaksi langsung antara murid dengan lingkungan dan realita belajar.
5.    Dapat memberikan rangsangan dan pengalaman belajar yang sama dan membangkitkan persepsi yang sama pula walau ada perbedaan pada setiap individu siswa.

F. Peranan Media Dan Sumber Belajar
1.  Peranan media pembelajaran
Ada beberapa peranan media pembelajaran menurut Ahmad Rohani (1997), diantaranya adalah:
a.    Media pembelajaran mengatasi perbedaan pengalaman pribadi peserta didik.
b.   Media pembelajaran mengatasi batas-batas ruang kelas.
c.    Mengamati benda yang terlalu kecil.
d.    Mengamati benda yang bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat.
e.    Mengamati suara yang halus untuk didengar.
f.    Mengamati peristiwa-peristiwa alam.
g.    Media pembelajaran berperan membangkitkan minat belajar yang baru.
Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa media pembelajaran berperan untuk membantu mewujudkan tujuan pembelajaran. Media pembelajaran dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang menyangkut pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pernyataan Nana Sudjana (2005) bahwa media pembelajaran berperan untuk mengatasi kesulitan proses pembelajaran.
2.  Peranan Sumber Belajar
Sama halnya seperti media pembelajaran, sumber belajar juga memiliki peranan, diantaranya adalah sebagai berikut:
a.   Menjembatani anak atau siswa dalam memperoleh pengetahuan (belajar).
b.  Mentransmisi rangsangan atau informasi kepada anak atau siswa (ungkapan transmisi dalam konteks ini mempunyai dimensi banyak dan dapat dikaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan “apa, siapa, di mana, dan bagaimana”; pertanyaan-pertanyaan ini amat berguna sebagai alat bantu mengorganisasi dimensi sumber belajar.

G. Manfaat Media Dalam Pembelajaran
Secara umum manfaat media dalam pembelajaran adalah memperlancar interaksi guru dan siswa, dengan maksud untuk membantu siswa belajar secara optimal. Namun demikian, secara khusus manfaat media pembelajaran seperti dikemukakan oleh Kemp dan Dayton (1985), yaitu:
1.   Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
2.  Guru mungkin mempunyai penafsiran yang beraneka ragam tentang sesuatu hal. Melalui media, penafsiran yang beraneka ini dapat direduksi, sehingga materi tersampaikan secara seragam.
3.  Proses pembelajaran menjadi lebih menarik.
4.  Media dapat menyampaikan informasi yang dapat didengar (audio) dan dapat dilihat (visual), sehingga dapat mendeskripsikan prinsip, konsep, proses maupun prosedur yang bersifat abstrak dan tidak lengkap menjadi lebih jelas dan lengkap.
5.  Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
6.  Jika dipilih dan dirancang dengan benar, maka media dapat membantu guru dan siswa melakukan komunikasi dua arah secara aktif. Tanpa media, guru mungkin akan cenderung berbicara “satu arah” kepada siswa.
7.  Jumlah waktu belajar dapat dikurangi.
8.  Seringkali terjadi, para guru banyak menghabiskan waktu untuk menjelaskan materi ajar. Padahal waktu yang dihabiskan tidak perlu sebanyak itu, jika mereka memanfaatkan media dengan baik.
9.  Kualitas belajar siswa dapat lebih ditingkatkan.
10.      Penggunaan media tidak hanya membuat proses pembelajaran lebih efesien, tetapi juga membanu siswa menyerap materi ajar secara lebih mendalam dan utuh.
11. Proses pembelajaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.
12.  Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar di mana saja dan kapan saja mereka mau, tanpa bergantung pada keberadaan guru.
13.  Sikap positif siswa terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
  


DAFTAR PUSTAKA
Asyhar, Rayandra. 2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press Jakarta.

Sutikno, M. Sobry. dkk. 2009. Media Pembelajaran. Bandung: Prospect

Rayandra,Asyhar.20011.Kreatif mengembangkan media pembelajaran.hal.4.

M.Sobry, Sutikno,dkk.2009.Media pembelajaran.hal.1-8.

5 komentar:

  1. Materi nya bagus,
    Saya ingin bertanya bagaimana cara menumbuhkan motivasi belajar para siswa?

    BalasHapus
  2. Luar biasa ilmu nya..perdalamkan lagi leterasi nya👍

    BalasHapus
  3. Terimakasih artikelnya sangat membantu

    BalasHapus
  4. Terimakasih kak artikelnya sangat membantu

    BalasHapus
  5. Materinya bagus. Di tingkatkan lagi ya👍

    BalasHapus