MAKALAH
STRATEGI
PEMBELAJARAN DI SD
“ Prosedur Pembelajaran“
DISUSUN OLEH :
Nama : Monita Utami
Bp : 1820180
Kelas : PGSD 44
DOSEN PEMBIMBING
Yessi Rifmasari, M. Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2020
A. Kegiatan Pra Pembelajaran
Proses
pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila guru dapat mengkondisikan
kegiatan belajar secara efektif. Kondisi belajar tersebut harus dimulai dari
tahap pra pembelajaran. Kegiatan pra pembelajaran atau disebut juga kegiatan
pra instruksional adalah kegiatan pendahuluan pembelajaran yang diarahkan untuk
menyiapkan siswa mengikuti pelajaran. Kegiatan pra pembelajaran biasanya
bersifat umum dan tidak berkaitan langsung dengan kompetensi atau materi yang
akan dibahas dalam kegiatan inti pembelajaran.
Upaya yang
dapat dilakukan guru pada tahap pra pembelajaran diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Menciptakan
sikap dan suasana kelas yang menarik
a.
Kondisi belajar
dapat dipengaruhi oleh sikap guru didepan kelas. Guru harus memperlihatkan
sikap yang menyenangkan supaya siswa tidak merasa tegang, kaku, bahkan takut
mengikuti pembelajaran. Kondisi yang menyenangkan ini harus diciptakan mulai
dari awal pembelajaran sehingga siswa akan mampu melakukan aktivitas belajar
dengan penuh percaya diri tanpa ada tekanan yang dapat mengahambat
kreativitasnya. Disamping itu, guru juga perlu mempersiapkan dan menanta alat
fasilitas kelas yang memudahkan siswa beraktivitas belajar dalam kelas misalnya
menyiapkan buku dan alat tulis yang akan digunakan siswa serta alat peraga yang
akan digunakan guru. Hal kecil juga dapat berpengaruh terhadap kondisi belajar
misalnya kebersihan dan kerapihan tempat belajar. Memberikan salam diawal
pertemuan dan berdo’a sebelum pelajaran dimulai juga merupakan kegiatan
pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
b. Memeriksa kehadiran siswa
Kegiatan yang biasa dilakukan guru pada jam pertama
pembelajaran adalah mengecek kehadiran siswa. untuk menghemat waktu dalam
mengecek kehadiran siswa, guru dapat mengajukan pertanyaan kepada siswa yang
hadir tentang siswa yang tidak hadir dan alasan ketidak hadirannnya. Dengan
selalu mengecek kehadiran, secara tidak langsung guru telah memberikan motivasi
kepada siswa, berdisiplin dalam mengikuti pelajaran, dan membiasakan diri
memberi tahukan ketidak hadirannya kepada guru baik secara langsung maupun
kepad temannya secar lisan atau tertulis.
c.
Menciptakkan
kesiapan belajar siswa
Kegiatan pembelajaran perlu didasari oleh kesiapan dan
semangat siswa. kesiapan (readinees) belajar siswa merupakan salah satu prinsip
belajar yang sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa. oleh
karena itu, guru perlu mengembangkan kesiapan belajar dan menumbuhkan semangat
siswa dalam belajarnya.
Ada beberapa
alternative yang dapat dilakukan guru dalam menciptakan kesiapan dan semangat
siswa dalam belajar, diantaranya adalah sebagai berikut:
1)
Membantu atau
membimbing siswa dalam mempersiapkan fasilitas atau sumber belajar yang
diperlukan dalam kegiatan belajar.
2)
Menciptakan
kondisi belajar untuk mengingkatkan perhatian siswa dalam belajar.
3)
Menunjukan
minat yang penuh semangat yang tinggi dalam mengajar.
4)
Mengontrol (
mengelola ) seluruh aktivitas siswa mulau dari awal sampai akhir
pembelajan.
5)
Menggunakan
berbagi media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan minat siswa.
6)
Mengembangkan
kegiatan belajar yang memungkinkan siswa dapat melakukannya.
2. Menciptakan
suasana belajar yang demokratis
Pada hakikatnya
suasana belajar yang demokrtais dapat dikondisikan melalui pendekatan belajar
CBSA ( Cara Belajar Siswa Aktif ). Untuk menciptakan suaana belajar ayang
demokratis guru harus membimbing siswa agar beranio menjawab, berani bertanya,
berani berpendapat atau berani mengeluarkan ide-ide, dan berani memperlihatkan
unjuk kerja ( performa C ). Kegiatan yang dapat dilakukan guru pada kegiatan
pembelajaran diantaranya mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab siswa
atau meminta siswa berpendapat atau mengeluarkan gagasan. Suasana belajar yang
demokratis harus dikondisikan sejak awal pembelajaran. Guru
harus selalu memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan
kreativitas. Pemberian kesempatan seperti ini akan memungkinkan guru untuk
dapat mengembangkan bakat dan keunggulan yang dimiliki oleh siswa.
B. Kegiatan
Awal Pembelajaran
Kegiatan awal
pembelajaran dilaksanakan untuk menyiapkan mental siswa dalam memasuki kegiatan
inti pembelajaran. Selain itu, kegiatan awal dilaksanakan untuk membangkitkan
motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti
pembelajaran, memberikan gambaran yang jelas tentang batas- batas
tugas atau kegiatan yang akan dilaksanakan dan menunjukan hubungan anatar
pengalaman anak dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan-kegiatan yang
dapat dilakukan guru dalam tahap kegiatan awal pembelajaran adalah sebagai berikut
:
1. Menimbulkan
motivasi dan perhatian siswa
Pada saat siswa memasuki pelajaran, pikiran siswa
masih terkait dengan pelajaran sebelumnya atau dengan kegiatan-kegiatan yang
dialami sebelumnya. Agar pikaran siswa terfokus pada apa yang akan dibahas dalam
pembelajaran, guru perlu menyiasatinya untuk menarik perhatian siswa dan
menimbulkan motivasi siswa pada pelajaran yanga akan dilakukan. Membangkitkan
motivasi dan perhatian siswa merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan pada
setiap tahapan kegiatan pembelajaran. Khususnya pada tahap pembelajaran, siswa
perlu difokuskan perhatian pada materi yang akan dibahas. Untuk itu, guru
hendaknya melakukan kegiatan yang dapat menarik perhatian siswa. misalnya,
dengan menyampaikan cerita yang menimbulkan pertanyaan, menunjukan gambar atau
alat peraga. Pengajuan atau alat peraga yang menarik perhatian dapat
menimbulkan motivasi belajar siswa. dengan tumbuhnya motivasi belajar pada
siswa, proses pembelajaran akan berlangsung lebih mudah.
2. Memberikan
acuan
Dalam kaitan
dengan kegiatan awal pembelajaran, memberi auan diartikan sebagai upaya guru
dalam menyampaikan secara spesifik dan singkat gambaran umum tentang hal-hal
yang akan dipelajari dan kegiatan yang akan ditempuh selama pembelajaran
berlangsung. Kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam memberikan acuan,
diantaranya adalah sebagai berikut:
a.
Memberitahukan
tujuan ( kemampuan) yang diharapkan atau garis besar materi yang akan
dipelajari.
Kegiatan
paling awal yang perlu dilakukan guru sebelum membahas pelajaran adalah
memberitahukan tujuan atau kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa setelah
pembelajaran dilakukan atau garis besar materi yang akan dipelajari siswa.
Informasi tersebut siswa akan memeproleh
gambaran yang jelas tentang kemampuan yang dikluasai dan ruang lingkup materi
yang akan dipelajari. Dengan mengetahui kemampuan yang akan diharapkan dan
gambaran gambaran materi yang akan dipelajari siswa akan memusatkan perhatiannya
kepada guru untuk mencapai kemampuannya tersebut.
b. Menyampaikan alternative kegiatan belajar yang akan
ditempuh siswa.
Disamping menyampaikan kemampuan yang diharapkan dan
gambaran materi yang akan dipelajari, guru juga perlu menyampaikan pada siswa
tentang kegiatan belajar yang bagaimana yang harus ditempuh siswa untuk
menguasai kemampuan tersebut atau dalam mempelajari topik-topik yang akan
dibahas. Dengan menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran
berlangsung siswa akan terarah usahanya untuk mencapai kemampuan atau menguasai
topic-topik tertentu.
Misalnya,
jika dalam pembelajaran akan digunakan diskusi maka guru menyampaikan
teknik/presedur diskusi tersebut jika yang digunakan eksperimen maka guru harus
menyampaiakan teknik/ prosedur eksperimen atau jika pembelajaran akan
berlangsung dengan kerja kelompok maka guru membentuk kelompok dan menyampaikan
teknik/ prosedur kerja kelompok tersebut dan begitu pula dengan
strategi-strategi lainnya. Jika siswa sudah diangggap memahami teknik tersebut,
maka guru tidak perlu lagi menjelaskan teknik tersebut secara rinci. Disamping
menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran
berlangsung, guru hendaknya menyampaikan informasi tentang sumber-sumber
belajar yang mendukung dan dapat digunakan oleh siswa.
c.
Membuat kaitan
Siswa akan
tertarik terhadap pelajaran yang dibeikan apabila mereka melihat kaitan atau
hubungan denga apa yang telah dikenal atau sesuai dengan pengalaman mereka
terdahulu atau sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. oleh karena itu, salah
satu cara untuk menarik dan memusatkan perhatian siswa terhadap materi yang
akan dipelajari adalah dengan membuat kaitan. Kegiatan membuat kaitan pada awal
pembelajaran biasanya dikenal dengan menggunakan apersepsi. Berikut ini
beberapa cara dianatanya yang dapat dilakukan guru dalam membuat kaitan:
a.
Mengajukan
pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya.
b.
Apabila materi
yang akan dibahas memiliki kaitan langsung atau menuntut penguasaan siswa terhadap materi
sebelumnya maka kegiatan awal pembelajaran dapat dilakukan dengan mengajukan
pertanyaan tentang bahan pelajaran yang telah dipelajari siswa. Dengan
menunjukan hubungan antara apa yang telah dipelajari siswa dengan materi yang
akan dipelajari, siswa akan memperoleh gambaran yang utuh tentang materi dan
siswa melihat bahwa materi yang akan dipelajarinya tidak berdiri sendiri tetapi
saling berkaitan.
d.
Menunjukan
manfaat materi yang dipelajari
Siswa akan
termotivasi untuk mengikuti pelajaran apabila mereka melihat manfaat yang akan
diperoleh apabila mereka menguasai materi tersebut. Untuk itu, pada kegiatan
awal pembelajaran guru hendaknya menunjukan kaitan antara penguasaan kompetensi
atau materi yang akan dipelajari dengan keguanaannya dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya, apabila guru akan membahaas tentang makanan bergizi,
guru dapat menunjukan manfaat pelajaran tersebut bagi pertumbuhan tinggi dan
berat badan siswa.
e. Meminta siswa mengemukakan pengalaman yang berkaitan
dengan materi yang akan dibahas
f.
Seperti yang
telah disampaikan sebelumnya bahwa siswa akan termotivasi belajar, apabila
mereka melihat kaitan antara apa yang dipelajari dengan pengalaman yang
dimilikinya. Oleh karena itu, untuk membangkitkan perhatian dan motivasi siswa,
pada kegiatan awal pembelajaran guru dapat meminta siswa untuk mengemukakan
pengalamannya yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. Misalnya ketika
akan membahas tentang bentuk permukaan bumiu, guru dapat meminta anak untuk
mengemukakan pengalaman berliburnya (ke pantai atau kepegunungan). Dengan
melihat kaitan antara apa yang akan dipelajari dengan pengalaman yang dimiliki,
diharapkan siswa termotivasi dan memusatkan perhatiannya pada pelajaran yang
akan berlangsung .
4. Melaksanakan tes awal
Hal ini perlu
dilakukan karena kita menyadari bahwa guru bukan merupakan satu-satunya sumber
belajar. Sekarang sudah banyak sumber belajar yang sudah tersedia yang dapat
digunakan oleh siswa dalam belajar. Tes awal atau pretest dilaksanakan untuk
mengukur dalam mengatahui sejauh mana materi atau bahan pelajaran yang akan
dipelajari sudah dikuasai oleh siswa. informasi ini akan digunakan oleh guru
untuk menentukan darimana pembahasan materi baru akan dimulai. Test awal yang
dapat dilakukan dengan cara lisan yang ditunjukan pada beberapa siswa yang
dianggap refresentatif (mewakili seluruh siswa).
Dalam
keseluruhan proses pembelajaran, alokasi waktu untuk kegiatan awal pembelajaran
relative singkat. Oleh karena itu, guru diharapkan memiliki kemampuan untuk
menciptakan kondisi awal pembelajaran yang efektif yang mendukung proses dan
hasil pembelajaran yang optimal. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus
dilakukan oleh guru sejalan dengan tugasnya disekolah, khususnya dalam
melaksanakan kegiatan awal pembelajaran diantaranya adalah guru hendaknya :
a. Memahami latar belakang (termasuk kemampuan) siswa
b. Dapat membangkitkan ( menarik) perhatian siswa
sehingga perhatian siswa terpusat pada pelajaran yang akan diikutinya
c. Dapat memberikan bimbingan belajar secara kelompok
maupun individu
d. Dapat menciptakan interaksi educative yang efektif
sehingga seiswa merasakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan
e. Memberikan penguatan pada siswa
f. Menanamkan disiplin pada siswa.
C. Kegiatan Inti dalam Pembelajaran
Seperti yang
telah dikemukakan, bahwa kegiatan inti pembelajaran merupakan kegiatan yang
utama dalam proses pembelajaran atau dalam proses penguasaan pengalaman belajar
(learning experience) siswa. Pada prinsipnya kegiatan inti dalam pembelajaran
adalah suatu proses pembentukan pengalaman dan kemampuan siswa secara
terprogram yang dilaksanakan dalam durasi waktu tertentu. Guru perlu
mengupayakan bagaimana caranya supaya siswa dapat mengoptimalkan kegiatan dalam
belajar. Melalui kegiatan inti, pembelajaran siswa tidak hanya diharapkan
memiliki kemampuan yang merupakan dampak instruksional (langsung berkaitan
dengan tujuan pembelajaran yang dirancang sesuai kurikulum) tetapi juga
memiliki sikap positif terhadap bahan pelajaran (sebagai dampak pengiring dari kegiatan
pembelajaran). Hal ini hanya mungkin dicapai apabila proses pembahasan dan atau
penyajian bahan pelajaran dirancang dengan baik oleh guru. Oleh karena itu,
kegiatan inti pembelajaran hendaknya melibatkan siswa sebanyak mungkin,
memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbuat langsung, dan memenuhi
kebutuhan siswa baik indivisual maupun kelompok. Untuk itu, kegiatan inti
pembelajaran hendaknya merupakan kegiatan yang bervariasi.
Proses kegiatan
inti pembelajaran akan menggambarkan penggunaan strategi dan pendekatan belajar
yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, karena pada hakikatnya kegiatan
inti pembelajaran merupakan implementasi strategi dan pendekatan belajar. Oleh
karena itu, untuk memudahkan pemahaman kita tentang kegiatan penyajian/pembehasan
materi pelajaran dalam kegiatan inti pembelajaran, pembehasannya akan kita
kelompokan menjadi tiga bentuk kegiatan pembelajaran, yaitu pembelajaran secara
klasikal, pembelajaran secara kelompok, dan pembelajaran secara perseorangan.
Untuk menentukan apakah proses pembelajaran akan dilaksanakan dengan
pembelajara, karakteristik/jumlah siswa, karakteristik materi, alokasi waktu,
dan fasilitas serta sarana yang tersedia.
1. Kegiatan Inti
dalam Pembelajaran Klasikal
Tahapan yang perlu ditempuh dalam pembelajaran klasikal adalah sebagai
berikut :
Pertama,
menyajikan (persentasi) bahan pelajaran dengan ceramah bervariasi. Penjelasan
guru tentang materi pelajaran harus dapat disimak oleh seluruh siswa dalam
kelas. Selama menjelaskan guru hendaknya tidak terus menerus berbicara tapi
selang beberapa menit selalu memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya
atau guru sendiri mengajukan pertanyaan kepada siswa. Setelah merasa yakin
siswa memahami materi yang dijelaskan, guru melanjutkan kembali ke materi
berikutnya.
Kedua,
melakukan asosiasi dan memberikan ilustrasi untuk meningkatkan pemahaman siswa
terhadap bahan pelajaran dengan cara menghubungkan atau mengaitkan materi yang
sedang dipelajari dengan situasi nyata atau dengan bahan pelajaran yang lain
atau dengan bahan pelajaran yang menggambarkan sebab akibat. Melalui kegiatan
ini, diharapkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran akan semakin
meningkat.
Pada akhir
pembelajaran klasikal, guru dapat meminta siswa untuk melakukan kegiatan
berikut :
a.
Aplikasi bahan
pelajaran yang telah dipelajari dengan cara tertulis atau lisan. Kegiatan yang
dapat dilakukan diantaranya siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal atau
menjawab pertanyaan
b.
Menyimpulkan
bahan pelajaran yang telah dipelajari. Kesimpulan ini sebaiknya dibuat siswa
dengan bimbingan guru.
2. Kegiatan Inti
dalam Pembelajaran Berkelompok
Metode yang
sering digunakan dalam pembelajaran kelompok diantaranya adalah metode diskusi.
Merode ini membina siswa untuk belajar secara sistematis berdasarkan pada
prosedur yang harus ditempuh. Dalam pelaksanaannya metode ini ditunjang oleh
metode lain seperti ceramah dan tanya jawab. Berikut ini adalah contoh prosedur
pembelajaran kelompok dengan metode diskusi.
Pada kegiatan
pendahuluan guru dapat menyampaikan tujuan yang diharapkan dicapai dan topik
pembelajaran yang akan dibahas dalam kegiatan kelompok. Langkah berikutnya guru
mengelompokan siswa sesuai kriteria yang telah ditentukan dan memberikan
penjelasan kepada siswa tentang tahapan belajar. Setelah semua siswa memahami
tugas dan kegiatan yang harus dilakukan dalam kelompok, selanjutnya siswa
melakukan diskusi sebagai kegiatan inti pembelajaran dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
Pertama,
merumuskan masalah berdasarkan topik pembahasan dan tujuan pembelajaran.
Perumusan masalah harus dilakukan oleh siswa dibawah bimbingan guru. Kedua,
mengidentifikasi masalah atau sub-submasalah berdasarkan permasalahan yang
telah dirumuskan. Ketiga, analisis masalah berdasarkan sub-sub masalah. Dalam
tahap ini siswa dikondisikan secara individu dalam kelompok untuk menjawab
pertanyaan atau persoalan-persoalan sampai mencapai satu kesepakatan untuk
menjawab persoalan kelompok. Keempat, menyususn laporan oleh masing-masing
kelompok. Kelima, persentasi kelompok atau melaporkan hasil diskusi kelompok
kecil pada seluruh kelompok dilanjutkan diskusi kelas yang langsung dibimbing
oleh guru. Dalam tahapan ini sekaligus melaksanakan penguatan pemahaman konsep
dan prinsip yang diperoleh dari diskusi.
Pada akhir
kegiatan, siswa dibawah bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi berdasarkan
rumusan masalah dan submasalah.
3. Kegiatan Inti
dalam Pembelajaran Perseorangan
Kegiatan pembelajaran
Perseorangan ditunjukan untuk menampung kegiatan pengayaan dan perbaikan
(Depdikbud : 1990 : 39). Prosedur atau kegiatan inti pembelajaran dalam
pembelajaran perseorangan ini adalah sebagai berikut :
Pertama,
menjelaskan secara singkat tentang metri pelajaran yang akan ditugaskan atau
yang dilatihkan kepada siswa. Kedua, memberikan lemberan kerja atau tugas, pada
tahap ini, guru memberikan bimbingan atau arahan/petunjuk yang sistematis
secara lisan dan tertulis. Selain itu, guru juga hendaknya memberikan stimulus
atau dorongan supaya siswa dapat melakukan interaksi dan asosiasi, sehingga
tugas atau latihan tersebut dapat dilakukan secra optimal. Ketiga, memantau dan
menilai kegiatan siswa. Pada kesempatan ini guru berkeliling memantau kegiatan
yang dilakukan siswa, dan memberikan bantuan atau bimbingan, apabila siswa ada
yang mengalami kesulitan dalam mengerakan tugas atau latihan. Pada akhir
kegiatan pembelajaran, guru memeriksa dan memulai tugas atau latihan yang telah
dikerjakan oleh siswa , dan memberikan balikan terhadap pekerjaan siswa. Guru
juga dapat membuat kesimpulan bersama-sama siswa tentang materi pelajaran yang
telah ditugaskan.
D. Kegiatan Akhir Pembelajaran
Kegiatan akhir
dalam pembelajaran tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup
pembelajaran. Yang lebih penting adalah untuk mengetahui penguasaan siswa
terhadap kompetensi yang diharapkan dengan melakukan kegiatan akhir
pembelajaran, guru akan mengatahui kompetensi yang sudah dan yang belum
dikuasai oleh siswa. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru dalam kegiatan
akhir ini adalah memberikan tes, baik lisan maupun tertulis. Selain itu, guru
hendaknya melakukan kegiatan akhir pembelajaran agar siswa memperoleh gambaran
yang utuh tentang pokok materi yang sudah dipelajarinya. Kegiatan tersebut
berupa meninjau kembali penguasaan siswa.
1. Meninjau kembali penguasaan siswa
Untuk meninjau
kembali penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari siswa, guru
dapat melakuakn dua cara yaitu merangkum (menyimpulkan) pokok materi atau
membuat ringkasan materi pelajaran. Kegiatan merangkum (menyimpukan) dan
membuat ringkasan sebaiknya dilakukan oleh siswa dibawah bimbingan guru
sehingga pada saat siswa membuat rangkuman atau kesimpulan atau ringkasan itu
salah satu kurang sempurna, guru dapat memperbaiki atau menyempurnakan
rangkuman/kesimpulan/ringkasan, hendaknya memperhatikan kriteria berikut :
a.
Berorientasi
pada acuan hasil belajar dan kompetensi dasar
b. Singkat, jelas da bahasa (tulisan/lisan) mudah
dipahami\
c.
Kesimpulan/rangkuman/ringkasan
tidak keluar dari topik yang telah dibahas
d. Dapat menggunakan waktu sesingkat mungkin
Pada dasarnya
kegiatan meninjau kembali penguasaan siswa ini dilakukan sepanjang proses
pelajaran berlangsung. Kegiatan ini dapat dilakuka pada setiap penggal kegiatan
atau setelah satu topik dibahas. Selain untuk mementapkan penguasaan siswa
terhadap pokok-pokok materi yang dipelajari, rangkuman/kesimpulan/ringkasan
akan sangat berguna sekali bagi siswa yang tidak memiliki buku sumber atau
siswa yang lambat belajar karena mereka dapat mempelajarinya kembali.
2. Melaksanakan penilaian
Kegiatan
penilaian dala proses pembelajaran merupakan kegiatan mutlak yang harus
dilaksanakan oleh guru dalam pembelajaran. Melalui kegiatan penilaian akhir
guru akan mengetahui tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai
siswa. Untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap kompetensi yang diharapkan,
guru dapat memberikan tes atau meminta siswa untuk membuat ringkasan atau
kesimpulan dari materi yang telah dibahas.
Memberikan tes
merupakan salah satu kegiatan akhir yang sering dilakukan guru. Untuk itu, guru
perlu memiliki kemampuan mengembangkan alat evaluasi untuk mengukur hasil
belajar siswa. Tes yang dilakukan pada akhir pelajaran disebut tes akhir
(post-tes), yaitu tes yang ditunjukan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa
terhadap materi yang telah dipelajari.
Waktu yang
tersedia untuk kegiatan akhir dan tindak lanjut relatif singkat, maka guru
perlu mengidentifikasi kegiatan teknik yang dianggap tepat untuk menilai
penguasaan siswa. Dalam prosesnya, guru dapat melaksanakan penilaian secara lisan
atau tertulis. Apabila waktu yang dimiliki tidak banyak, guru dapat menunjuk
beberapa siswa yang dianggap representatif (mewakili) seluruh siswa untuk
menjawab pertanyaan secara lisan atau membuat kesimpulan. Atau apabila waktunya
cukup banyak dan memadai, guru dapat melakukan penilaian secara tertulis.
DAFTAR PUSTAKA
Anitah W, Sri.(2010).Strategi
Pembelajaran di SD. Jakarta : Universitas Terbuka
Uno B,
Hamzah.(2006).Perencanaan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
Purwanto M, Ngalim.(2008).Psikologi
Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya
Hamalik, Oemar.(2010).Psikologi
Belajar dan Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo
Soetjipto.
Kosasi, Raflis.(2004).Profesi Keguruan. Jakarta : Rineka Cipta
Materi nya bagus
BalasHapusBagus sekali materinya
BalasHapusTerimakasih artikelnya sangat membantu
BalasHapusKeren .meterinya bagus👍
BalasHapus