TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
" Pembelajaran di SD "
Disusun Oleh:
Monita Utami
(1820180)
PGSD 44
Dosen Pembimbing:
Yessi Rifmasari, M. Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020
A. Konsep Belajar
Menurut Hanafy, M. S. (2014:68-69) Belajar dalam arti luas merupakan proses yang memungkinkan timbulnya atau berubuhnya tingkah laku yang bukan disebabkan oleh kamatangan atau sesuatu yang bersifat sementara sebagai hasil terbentuknya respons utama.Pengertian Belajar menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:
- Dimyati dan Mudjiono (2006) Belajar merupakan suatu proses internal yang kompleks, yang terlibat dalam proses internal tersebut adalah yang meliputi unsur afektif, dalam matra afektif berkaitan dengan sikap, nilai-nilai, interes, apresiasi, dan penyesuaian perasaan sosial.
- Djamarah dan Zain (2010) Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi.
- Hamalik (2010) Belajar adalah bukan suatu tujuan tetapi merupakan proses untuk mencapai tujuan. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman.
- Hamzah (2006) Belajar merupakan suatu proses yang sistematis yang tiap komponennya sangat menentukan keberhasilan anak didik.
- Menurut Hilgard & Bowner (1987 : 12) Belajar sebagai suatu proses yang mana suatu kegiatan berasal atau berubah lewat reaksi dari suatu situasi yang dihadapi dengan karakteristik-karakteristik dari perubahan-perubahan aktifitas tersebut tidak dapat dijelaskan dengan dasar kecenderungan-kecenderungan reaksi asli,kematangan atau perubahan-perubahan sementara dari organisme.
Berdasarkan pernyataan diatas belajar adalah suatu proses pemerolehan informasi yang dapat merubah perilaku sesorang baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Belajar suatu proses yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
B. Karakteristik Proses Belajar
Menurut Wina Taputra (2014:8-9),
yaitu:
1. Belajar
harus memungkinkan jadinya perubahan perilaku pada individu.
Belajar harus merubah perilaku yaitu perubahan perilaku dari yang buruk menjadi perilaku yang baik setelah belajar sesuatu. contohnya seperti anak yang awal tidak mengetahui bahwa berbicara harus mengunakan bahasa yang baik, setelah diberitahu oleh gurunya cara berbahasa yang baik, anak tesebut mulai membiasakan berbicara menggunakan bahasa yang baik.
2. Perubahan
harus merupakan buah dari Belajar.
3. Perubahan itu relatif menetap.
Perubahan harus buah dari belajar yaitu perilaku yang berubah disebabkan oleh proses belajar yang dialami oleh seseorang. contohnya, anak terbiasa memukul temannya, hingga suatu hari anak tersebut memukul temannya dan membuat tubuh temannya merah karena bekas pukulannya, kemudian guru menasehati anak tersebut agar tidak memukul temannya lagi karena akan menyakiti temannya sendiri, dan gurupun memintanya untuk mintak maaf kepada temannya. Semenjak kejadian tersebut dia tidak perna memukul temannya lagi.
3. Perubahan itu relatif menetap.
Perubahan harus menetap yaitu perubahan perilaku yang terjadi setelah terjadinya proses belajar harus terus diterapkan. karena apabila perilaku belum menetap maka proses belajar tadi adalah suatu kesia-siaan. contonya anak yang awalnya duduk diatas meja kemudian ditegur oleh gurunya bahwa duduk diatas meja tidak sopan. kemudian hari anak tersebut mengulangi duduk di atas meja.
C. Tahap Perkembangan Peserta Didik SD
Perkembangan siswa merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam
proses belajar. Seluruh aktifitas proses belajar harus berpusat pada kebutuhan
siswa (child centered) dan pada aspek
tuntutan masyarakat (society centered).
Fase – fase perkembangan yang dialami siswa harus dipahami oleh guru supaya
dalam pembelajaran tidak mengalami hambatan psikologis yang mengakibatkan hasil
belajar tidak optimal.
Perkembangan siswa sekolah
dasar usia 6-12 tahun yang termasuk pada perkembangan masa pertengahan (middle childhood) memiliki fase-fase
yang unik dalam perkembangannya yang menggambarkan peristiwa penting bagi siswa
yang bersangkutan. Tahap perkembangan siswa dapat dilihat dari aspek Kognitif,
Psikososial, dan Moral.
1 Teori Perkembangan
Kognitif
Dalam praktek pembelajaran, teori kognitif antara lain tampak dalam rumusan-rumusan seperti: “Tahap-tahap perkembangan” yang dikemukakan oleh J. Piaget, Advance organizer oleh Ausubel, Pemahaman konsep oleh Bruner, Hirarki belajar,oleh Gagne, Webteaching oleh Norman, dan sebagainya. Berikut akan diuraikan lebih rinci beberapa pandangan mereka.
Jean Piaget membagi perkembangan kognitif anak ke dalam 4 periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia :
1. Tahapan sensorimotor (usia 0–2 tahun)
2. Tahapan praoperasional (usia 2–7 tahun)
3. Tahapan operasional konkrit (usia 7–11
tahun
4. Tahapan operasional formal (usia 11 tahun
sampai dewasa)
2 Teori Perkembangan
Psikososial
Teori Erik Erikson tentang perkembangan manusia dikenal dengan teori perkembangan psiko-sosial. Teori perkembangan psikososial ini adalah salah satu teori kepribadian terbaik dalam psikologi. Seperti Sigmund Freud, Erikson percaya bahwa kepribadian berkembang dalam beberapa tingkatan. Salah satu elemen penting dari teori tingkatan psikososial Erikson adalah perkembangan persamaan ego.
Ericson memaparkan teorinya melalui konsep polaritas yang bertingkat/bertahapan. Ada 8 (delapan) tingkatan perkembangan yang akan dilalui oleh manusia. Menariknya bahwa tingkatan ini bukanlah sebuah gradualitas. Manusia dapat naik ketingkat berikutnya walau ia tidak tuntas pada tingkat sebelumnya. Setiap tingkatan dalam teori Erikson berhubungan dengan kemampuan dalam bidang kehidupan. Jika tingkatannya tertangani dengan baik, orang itu akan merasa pandai. Jika tingkatan itu tidak tertangani dengan baik, orang itu akan tampil dengan perasaan tidak selaras.
1. Trust vs Mistrust (percaya vs tidak percaya)
2. Otonomi (Autonomy) VS malu dan ragu-ragu (shame and doubt)
3. Inisiatif (Initiative) vs rasa bersalah (Guilt)
4. Industry vs inferiority (Percaya diri vs rasa rendah diri)
5. Identity vs identify confusion (identitas vs kebingungan identitas)
6. Intimacy vs isolation (keintiman vs keterkucilan)
7. Generativity vs Stagnation (Bangkit vs Stagnan)
8. Integrity vs depair (integritas vs putus asa)
3 Teori Perkembangan
Moral
Dewey pernah membagikan proses perkembangan moral atas 3 tahap yaitu: tahap pramoral, tahap konvensional dan tahap otonom. Selanjutnya Piaget berhasil melukiskan dan mengolongkan seluruh pemikiran moral anak seturut kerangka pemikiran Dewey: (1) tahap “pramoral”, anak belum menyadari ketertikatannya pada aturan; (2) tahap “konvensional”, dicirikan oleh ketaatan pada kekuasaan; (3) tahap “otonom”, bersifat keterikatan pada aturan yang didasarkan pada resiprositas. Berdasarkan pada penelitiannya, Lawrence Kohlberg berhasil memperlihatkan 6 tahap dalam seluruh proses berkembangnya pertimbangan moral anak dan orang muda. Keenam tipe ideal itu diperoleh dengan mengubah tiga tahap Piaget/Dewey dan menjadikannya tiga “tingkat” yang masing-masing dibagi lagi atas dua “tahap”. ketiga “tingkat” itu adalah tingkat prakonvensional, konvensional dan pasca-konvensional.
D. Karakteristik Pembelajaran di SD
Karakteristik
pembelajaran di SD di bagi menjadi 2, yaitu:
1.Karakteristik pembelajaran di
kelas rendah
-
Kongkrit
-Integratif
-Hierakis
2.
Karakteristik pembelajaran di kelas tinggi.
Siswa
sudah mulai melakukan percobaa, atau eksperimen dan sudah mampu memecahkan
masalah. Siswa kelas tinggi telah dapat memecahkan masalah sendiri dan sudah dapat berfikir secara abstrak.
Artikelnya sangat menarik sekali.
BalasHapusterima kasih
HapusArtikelnya sangat menarik sekali.
BalasHapusArtikelnya bagus di sini saya ingin sedikit bertanya apa faktorvyg menghambat proses pembelajaran?
BalasHapusWahhh artikel ini sangat bagus dan lengkap sekali.terimakasih
BalasHapusterima kasih, semoga bermanfaat
HapusLuar biasa. Artikel ini bagus dan tolong jelaskan lebih rinci lagi
BalasHapusterima kasih, Insya Allah kedepanya lebih baik lagi
HapusAssalamu'alaikum
BalasHapusMaterinya sangat bagus sekali,tetapi akan lebih bagus lagi jg ada daftar rujukan nya diterakan.
Saya ingin bertanya menurut saudari Modifikasi pembelajaran seperti apa yang digunakan supaya suatu tujuan dlm teori pembelajaran strategi belajar dpt dilakukan dengan baik ?
#Syukron😊
Strategi pembelajaran yang seperti apa agar peserta didik tdak merasa bosan atau tdak mlas dlam belajar?
BalasHapusArtikelnya bagus dan juga paparannya menarik
BalasHapusArtikelnya bagus sekali
BalasHapusArtikenya sangat membantu. Mungkin lebih di perhatikan lagi dalam penulisannya.
BalasHapusArtikelnya bagus dan bermanfaat
BalasHapusArtikelnya menarik. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya.. Terimakasih sudah share
BalasHapusArtikelnya bagus buk
BalasHapusAssalamualaikum. Artikel nya bagus sekali . Saya ingin bertanyaa . Kenapa kita sebagai calon guru harus memahami karakterisktik proses belajar ??
BalasHapusTerima kasih
Assalamualaikum, setelah saya membaca artikel nya, sangat lh bagus dalam pengembangan pembelajaran,tpi ada yg mau saya tanyakan,di dlm era modern banyak pelajar yg terpangaruh dg teknologi handphone, seperti game,hingga bsa menyebabkan menurun pola pembelajaran,jdi bagaimana kah seorang guru mengatasi semua itu,dan bsa mengajak pelajar,agar bsa menggunakan teknologi handphone ke hal positif dlm pembelajaran hingga menambah ilmu pengetahuan.
BalasHapusHal Apa yg harus diperhatikan saat merancang pembelajaran
BalasHapusHal Apa yg harus diperhatikan saat merancang pembelajaran
BalasHapuskarakteristik siswa, sarana dan prasarana, dan lain2
HapusArtikelnya bagus
BalasHapusArtikelnya keren sekali
BalasHapusKeren👍
BalasHapus