Sabtu, 22 Februari 2020

PEMBELAJARAN DI SD

22 Februari 2020

TUGAS

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

Tentang

" Pembelajaran di SD "






Disusun Oleh:

Monita Utami

(1820180)

PGSD 44



Dosen Pembimbing:

Yessi Rifmasari, M. Pd.



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA

PADANG

2020




     A. Konsep Belajar
           Menurut Hanafy, M. S. (2014:68-69) Belajar dalam arti luas merupakan proses yang   memungkinkan timbulnya atau berubuhnya tingkah laku yang bukan disebabkan oleh kamatangan atau sesuatu yang bersifat sementara sebagai hasil terbentuknya respons   utama.
                Pengertian Belajar menurut para ahli, yaitu sebagai berikut: 
  1. Dimyati dan Mudjiono (2006) Belajar merupakan suatu proses internal yang kompleks, yang terlibat dalam proses internal tersebut adalah yang meliputi unsur afektif, dalam matra afektif berkaitan dengan sikap, nilai-nilai, interes, apresiasi, dan penyesuaian perasaan sosial.
  2. Djamarah dan Zain (2010) Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. 
  3. Hamalik (2010) Belajar adalah bukan suatu tujuan tetapi merupakan proses untuk mencapai tujuan. Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. 
  4. Hamzah (2006) Belajar merupakan suatu proses yang sistematis yang tiap komponennya sangat menentukan keberhasilan anak didik. 
  5. Menurut Hilgard & Bowner (1987 : 12) Belajar sebagai suatu proses yang mana suatu kegiatan berasal atau berubah lewat reaksi dari suatu situasi yang dihadapi dengan karakteristik-karakteristik dari perubahan-perubahan aktifitas tersebut tidak dapat dijelaskan dengan dasar kecenderungan-kecenderungan reaksi asli,kematangan atau perubahan-perubahan sementara dari organisme.
     Berdasarkan pernyataan diatas belajar adalah suatu proses pemerolehan informasi yang dapat merubah perilaku sesorang baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Belajar suatu proses yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. 

    B. Karakteristik Proses Belajar

         Menurut Wina Taputra (2014:8-9), yaitu:
         
          1. Belajar harus memungkinkan jadinya perubahan perilaku pada individu.
           Belajar harus merubah perilaku yaitu perubahan perilaku dari yang buruk menjadi perilaku yang baik setelah belajar sesuatu. contohnya seperti anak yang awal tidak mengetahui bahwa berbicara harus mengunakan bahasa yang baik, setelah diberitahu oleh gurunya cara berbahasa yang baik, anak tesebut mulai membiasakan berbicara menggunakan bahasa yang baik.
         2. Perubahan harus merupakan buah dari Belajar.
                    Perubahan harus buah dari belajar yaitu perilaku  yang berubah disebabkan oleh proses belajar yang dialami oleh seseorang. contohnya, anak terbiasa memukul  temannya, hingga suatu hari anak tersebut memukul temannya dan membuat tubuh temannya merah karena bekas pukulannya, kemudian guru menasehati anak tersebut agar tidak memukul temannya lagi karena akan menyakiti temannya sendiri, dan gurupun memintanya untuk mintak maaf kepada temannya. Semenjak kejadian tersebut dia tidak perna memukul temannya lagi.

3. Perubahan itu relatif menetap.

                   Perubahan harus menetap yaitu perubahan perilaku yang terjadi setelah terjadinya proses belajar harus terus diterapkan. karena apabila perilaku belum menetap maka proses belajar tadi adalah suatu kesia-siaan. contonya anak yang awalnya duduk diatas meja kemudian ditegur oleh gurunya bahwa duduk diatas meja tidak sopan. kemudian hari anak tersebut mengulangi duduk di atas meja.

      C. Tahap Perkembangan Peserta Didik SD
                    Perkembangan siswa merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam proses belajar. Seluruh aktifitas proses belajar harus berpusat pada kebutuhan siswa (child centered) dan pada aspek tuntutan masyarakat (society centered). Fase – fase perkembangan yang dialami siswa harus dipahami oleh guru supaya dalam pembelajaran tidak mengalami hambatan psikologis yang mengakibatkan hasil belajar tidak optimal.
Perkembangan siswa sekolah dasar usia 6-12 tahun yang termasuk pada perkembangan masa pertengahan (middle childhood) memiliki fase-fase yang unik dalam perkembangannya yang menggambarkan peristiwa penting bagi siswa yang bersangkutan. Tahap perkembangan siswa dapat dilihat dari aspek Kognitif, Psikososial, dan Moral.


1 Teori Perkembangan Kognitif
   Dalam praktek pembelajaran, teori kognitif antara lain tampak dalam rumusan-rumusan seperti: “Tahap-tahap perkembangan” yang dikemukakan oleh J. Piaget, Advance organizer oleh Ausubel, Pemahaman konsep oleh Bruner, Hirarki belajar,oleh Gagne, Webteaching oleh Norman, dan sebagainya. Berikut akan diuraikan lebih  rinci beberapa pandangan mereka.
       Jean Piaget membagi perkembangan kognitif anak ke dalam 4 periode utama yang  berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia :
                  1.  Tahapan sensorimotor (usia 0–2 tahun)
                  2.  Tahapan praoperasional (usia 2–7 tahun)
                  3.  Tahapan operasional konkrit (usia 7–11 tahun
                  4.   Tahapan operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)


2 Teori Perkembangan Psikososial

Teori Erik Erikson tentang perkembangan manusia dikenal dengan teori perkembangan psiko-sosial. Teori perkembangan psikososial ini adalah salah satu teori kepribadian terbaik dalam psikologi. Seperti Sigmund Freud, Erikson percaya bahwa kepribadian berkembang dalam beberapa tingkatan. Salah satu elemen penting dari teori tingkatan psikososial Erikson adalah perkembangan persamaan ego. 
Ericson memaparkan teorinya melalui konsep polaritas yang bertingkat/bertahapan. Ada 8 (delapan) tingkatan perkembangan yang akan dilalui oleh manusia. Menariknya bahwa tingkatan ini bukanlah sebuah gradualitas. Manusia dapat naik ketingkat berikutnya walau ia tidak tuntas pada tingkat sebelumnya. Setiap tingkatan dalam teori Erikson berhubungan dengan kemampuan dalam bidang kehidupan. Jika tingkatannya tertangani dengan baik, orang itu akan merasa pandai. Jika tingkatan itu tidak tertangani dengan baik, orang itu akan tampil dengan perasaan tidak selaras.
1. Trust vs Mistrust (percaya vs tidak percaya)   
2. Otonomi (Autonomy) VS malu dan ragu-ragu (shame and doubt)
3. Inisiatif (Initiative) vs rasa bersalah (Guilt)        
4. Industry vs inferiority (Percaya diri vs rasa rendah diri)        
5. Identity vs identify confusion (identitas vs kebingungan identitas)  
6. Intimacy vs isolation (keintiman vs keterkucilan)        
7. Generativity vs Stagnation (Bangkit vs Stagnan)        
8. Integrity vs depair (integritas vs putus asa)

3 Teori Perkembangan Moral
Dewey pernah membagikan proses perkembangan moral atas 3 tahap yaitu: tahap pramoral, tahap konvensional dan tahap otonom. Selanjutnya Piaget berhasil melukiskan dan mengolongkan seluruh pemikiran moral anak seturut kerangka pemikiran Dewey: (1) tahap “pramoral”, anak belum menyadari ketertikatannya pada aturan; (2) tahap “konvensional”, dicirikan oleh ketaatan pada kekuasaan; (3) tahap “otonom”, bersifat keterikatan pada aturan yang didasarkan pada resiprositas. Berdasarkan pada penelitiannya, Lawrence Kohlberg berhasil memperlihatkan 6 tahap dalam seluruh proses berkembangnya pertimbangan moral anak dan orang muda. Keenam tipe ideal itu diperoleh dengan mengubah tiga tahap Piaget/Dewey dan menjadikannya tiga “tingkat” yang masing-masing dibagi lagi atas dua “tahap”. ketiga “tingkat” itu adalah tingkat prakonvensional, konvensional dan pasca-konvensional.
           D. Karakteristik Pembelajaran di SD
                  Karakteristik pembelajaran di SD di bagi menjadi 2, yaitu:
                   1.Karakteristik pembelajaran di kelas rendah
        - Kongkrit
        -Integratif
        -Hierakis
     2. Karakteristik pembelajaran di kelas tinggi.
             Siswa sudah mulai melakukan percobaa, atau eksperimen dan sudah mampu          memecahkan masalah. Siswa kelas tinggi telah dapat memecahkan masalah               sendiri dan sudah dapat berfikir secara abstrak.




24 komentar:

  1. Artikelnya sangat menarik sekali.

    BalasHapus
  2. Artikelnya sangat menarik sekali.

    BalasHapus
  3. Artikelnya bagus di sini saya ingin sedikit bertanya apa faktorvyg menghambat proses pembelajaran?

    BalasHapus
  4. Wahhh artikel ini sangat bagus dan lengkap sekali.terimakasih

    BalasHapus
  5. Luar biasa. Artikel ini bagus dan tolong jelaskan lebih rinci lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih, Insya Allah kedepanya lebih baik lagi

      Hapus
  6. Assalamu'alaikum
    Materinya sangat bagus sekali,tetapi akan lebih bagus lagi jg ada daftar rujukan nya diterakan.
    Saya ingin bertanya menurut saudari Modifikasi pembelajaran seperti apa yang digunakan supaya suatu tujuan dlm teori pembelajaran strategi belajar dpt dilakukan dengan baik ?
    #Syukron😊

    BalasHapus
  7. Strategi pembelajaran yang seperti apa agar peserta didik tdak merasa bosan atau tdak mlas dlam belajar?

    BalasHapus
  8. Artikelnya bagus dan juga paparannya menarik

    BalasHapus
  9. Artikenya sangat membantu. Mungkin lebih di perhatikan lagi dalam penulisannya.

    BalasHapus
  10. Artikelnya menarik. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya.. Terimakasih sudah share

    BalasHapus
  11. Assalamualaikum. Artikel nya bagus sekali . Saya ingin bertanyaa . Kenapa kita sebagai calon guru harus memahami karakterisktik proses belajar ??
    Terima kasih

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum, setelah saya membaca artikel nya, sangat lh bagus dalam pengembangan pembelajaran,tpi ada yg mau saya tanyakan,di dlm era modern banyak pelajar yg terpangaruh dg teknologi handphone, seperti game,hingga bsa menyebabkan menurun pola pembelajaran,jdi bagaimana kah seorang guru mengatasi semua itu,dan bsa mengajak pelajar,agar bsa menggunakan teknologi handphone ke hal positif dlm pembelajaran hingga menambah ilmu pengetahuan.

    BalasHapus
  13. Hal Apa yg harus diperhatikan saat merancang pembelajaran

    BalasHapus
  14. Hal Apa yg harus diperhatikan saat merancang pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. karakteristik siswa, sarana dan prasarana, dan lain2

      Hapus