Rabu, 06 Mei 2020

Keterampilan Mengelola Kelas

TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
“ Keterampilan Mengelola Kelas “

Disusun Oleh:

Nama     : Monita Utami
NIM      : 1820180
Kelas      : PGSD 44

DOSEN PENGAMPU
Yessi Rifmasari, M. Pd.

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020






MENGELOLA KELAS
1. Pengertian Keterampilan Mengelola kelas

        (Depdikbud, 1985) keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal, apabila terdapat gangguan dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun gangguan yang berkelanjutan.
Menurut (Majid, 2014) pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya jika terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Menurut (Mulyasa, 2013) pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran.
Menurut (Usman, 2013) pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Menurut (Wardani, 2005) keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal guna terjadinya proses pembelajaran yang selalu serasi dan efektif.
Menurut (Wina Sanjaya, 2005) bahwa pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu suasana pembelajaran.
Menurut (Winataputra, 2004) keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, serta keterampilan guru untuk mengembalikan kondisi belajar yang terganggu ke arah kondisi belajar yang optimal.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengelola kelas merupakan keterampilan yang digunakan oleh seorang guru dalam proses  pembelajaran guna untuk mengkondisikan belajar siswa dengan harapan supaya terjadi suatu kondisi kelas yang kondusif, memaksimalkan sarana dan prasarana, menjaga keterlibatan siswa, menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal dan rasa nyaman dalam proses belajar mengajar. Maka dalam melaksanakan keterampilan mengelola kelas, perlu memperhatikan komponen keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal. Hal ini berkaitan dengan kemampuan seorang guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran.

2. Tujuan Mengelola kelas
Menurut (Usman, 2002)  pengelolaan kelas mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
  1. Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas belajar untuk bermacam-macam kegiatan belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.
  2. Tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
Adapun tujuan dari pengelolaan kelas menurut (Suharsimi, 1996) adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Pengelolaan kelas tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suatu kondisi dalam kelompok kelas yang baik, kondusif dan terarah yang memungkinkan siswa untuk berbuat dan beraktifitas sesuai dengan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya.

3. Komponen Keterampilan Mengelola kelas

Menurut ( Wardani, 2005) komponen keterampilan mengelola kelas meliputi:
Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
  • Memperlihatkan sikap yang tanggap dengan melihat secara jeli dan seksama, mendekatkan diri, memberikan sebuah pernyataan, atau memberi reaksi terhadap gangguan kelas.
  • Membagi perhatian secara visual dan verbal.
  • Memusatkan perhatian kelompok dengan cara menyiapkan siswa dan menuntut tanggungjawab siswa.
  • Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas.
  • Menegur secara bijaksana, yaitu secara jelas dan tegas, bukan berupa peringatan atau ocehan, serta membuat aturan.
  • Memberikan penguatan seperlunya.
Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.
  • Modifikasi tingkah laku. Dalam strategi ini, hal pokok yang harus dikuasai seorang guru adalah mengajarkan tingkah laku baru yang diinginkan dengan cara memberikan contoh, bimbingan dan meningkatkan munculnya tingkah laku siswa yang baik dengan memberikan penguatan.
  • Pengelolaan/ proses kelompok. Dalam strategi ini kelompok dimanfaatkan dalam memecahkan masalah-masalah pengelolaan kelas yang muncul, terutama melalui diskusi.
  • Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah. Dalam strategi ini perlu ditekankan bahwa setiap tingkahlaku yang keliru merupakan gejala dari suatu permasalahan.

4. Prinsip Pengunaan Keterampilan Mengelola Kelas
Menurut (Wardani, 2005) dalam menerapkan keterampilan mengelola kelas perlu diingat 6 prinsip, yaitu:
  • Kehangatan dan keantusiasan dalm mengajar, yang dapat menciptakan iklim kelas yang menyenangkan.
  • Menggunakan kata-kata atau tindakan yang dapat menantang siswa untuk berfikir.
  • Menggunakan berbagai variasi yang dapat menghilangkan kebosanan.
  • Keluwesan guru dalam pelaksanaan tugas.
  • Penekanan pada hal-hal yang bersifat positif.
  • Penanaman disiplin diri sendiri.
Sedangkan prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh (Usman, 2013) adalah sebagai berikut:
  • Kehangatan dan keantusiasan
  • Tantangan
  • Bervariasi
  • Keluwesan
  • Penekanan pada hal-hal yang positif

Keterampilan Mengadakan Variasi dan keterampilan menjelaskan

TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
  • “ Keterampilan Mengadakan Variasi dan Keterampilan Menjelaskan “

Disusun Oleh:

Nama     : Monita Utami
NIM      : 1820180
Kelas      : PGSD 44

DOSEN PENGAMPU
Yessi Rifmasari, M. Pd.

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG

2020



A.Keterampil Mengadakan Variasi dan Keterampilan Menjelaskan 
1. keterampilan mengadakan variasi
Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Jadi keterampilan menggunakan variasi merupakan keterampilan guru dalam menggunakan bermacam kemampuan dalam mengajar untuk memberikan rangsangan kepada siswa agar suasana pembelajaran selalu menarik, sehingga siswa bergairah dan antusias dalam menerima pembelajaran dan aktivitas belajar mengajar dapat  berlangsung secara efektif
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak terbebas dari kejenuhan apabila melihat serta mendengarkan hal yang sama. Demikian pula dalam bidang pembelajaran. Siswa akan menjadi bosan apabila setiap hari hanya menjumpai hal-hal yang rutin, seperti mendengarkan uraian guru semata. Untuk mengatasi kebosanan tersebut, guru dapat memberikan variasi dalam kegiatan pembelajaran. Variasi yang dapat dilakukan guru mencakup 1.
 
a.  Variasi suara, meliputi: 
  • pemusatan perhatian,
  • kesenyapan,
  • kontak pandang,
  • gerakan dan mimik, serta
  • pergantian posisi.
b. Variasi penggunaan media dan alat pembelajaran, mencakup:
  • variasi media dan alat yang dapat dilihat,
  • variasi media dan alat yang dapat didengar, serta
  • variasi media atau alat yang diraba atau dimanipulasi.
c. Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa
 Pola ini sangat beragam, dari pola yang didominasi oleh guru sampai dengan pola yang memberi kesempatan siswa untuk bekerja sendiri sepenuhnya.
d. tujuan Tujuan penggunaan variasi dalam proses belajar mengajar yaitu menghilangkan kebosanan dalam mengikuti proses belajar, mempertahankan kondisi optimal belajar, meningkatkan perhatian dan motivasi peserta didik,dan memudahkan pencapaian tujuan pengajaran.
e. Jenis-jenis variasi dalam mengajar 
  1. variasi dalam gaya mengajar, mencakup variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan,mengadakan kontak pandang, gerakan pandang dan mimik serta perubahan dalam posisi guru.
  1. variasi pola interaksi dan kegiatan, mencakup pola interaksi klasikal, kelompok dan perorangan.
  1. variasi dalam penggunaan metode, contohnya variasi alat bantu pembelajaran yang dapat dilihat, variasi alat bantu pembelajaran yang dapat didengar, variasi alat bantu pembelajaran yang dapat diraba dan dimanipulasi.
  1. Prinsip-prinsip penggunaan variasi dalam pengajaran adalah Variasi yang digunakan harus mengandung maksud tertentu, gunakan variasi dengan wajar dengan tidak berlebihan, perubahan satu jenis variasi ke variasi lainnya harus efektif dan penggunaan variasi harus direncakan dan sesuai dengan bahanmetode, dan karakteristik peserta didik.  
2. Keterampilan Menjelaskan
 a.  Pengertian keterampilan menjelaskan 
Keterampilan menjelasakan adalah suatu keterampilan menyajikan bahan belajar yang diorganisasikan secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang berarti, sehingga mudah dipahami para peserta didi 2 
    Keterampilan menjelaskan dalam pengajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisir dengan sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu pesan dengan pesan yang lainnya, sehingga tercapailah suatu pemahaman yang diinginkan. Misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh, atau dengan suatu yang belum diketahui 3.
    Pengertian menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang suatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Menjelaskan juga dapat diartikan sebagai penyajian informasi lisan yang diorganisasikan secara sistematis yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, mislnya antara sebab dan akibat, atau antara yang diketahui dan yang belum diketahui, atau antara hukum (dalil dan definisi) yang berlaku umum dengan ukti atau contoh sehari-hari.
b. Komponen-komponen merencanakan penjelasan, mencakup:
  1. hal-hal yang berhubungan dengan isi pesan, dan
  1. hal-hal yang berhubungan dengan siswa sebagai penerima pesan.
c. TUJUAN 
  1. Membimbing siswa untuk dapat memahami ilmu pengetahuan secara objektif dan bernalar.
  1. Melatih siswa untuk senantiasa berkonsentrasi dalam menyimak penjelasan guru sehingga melibatkan mereka untuk berpikir sambil memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan.
  1. Untuk mendapat respon dan umpan balik (feed back) siswa mengenai tingkat pemahamannya serta untuk mengatasi kesalahpahaman mereka.
  1. Membimbing siswa untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dengan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah tersebut.
  1. Meningkatkan keefektifan pembicaraan agar benar-benar merupakan penjelasan yang bermakna bagi siswa karena pada umumnya pembicaraan lebih didominasi oleh guru daripada oleh siswa.
  1. KOMPONEN DAN CONTOH
Komponen keterampilan menjelaskan terbagi menjadi 2, yaitu :
  1. Komponen merencanakan penjelasan
  1. Isi pesan (tema)
    Isi pesan yang dipilih dan disusun harus dijelaskan secara sistematis disertai contoh-contoh.
Cakupannya :
  • Menganalisis masalah secara keseluruhan
Contoh : Pesawat terbang dapat terbang karena adanya unsure sayap khusus dan angin yang dapat dilihat keterkaitanya.
  • Menentukan jenis hubungan yang ada antara unsur-unsur yang dikaitkan
Contoh : Kecepatan angina yang berada pada bagian atas dan bawah sayap pesawat
  • Menggunakan hukum, rumus, dan generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan
Contoh : Prinsip sayap pesawat terbang dapat dipakai dalam mendesai mobil balap.
  1. Penerima pesan harus dipertimbangkan karakteristiknya.
Kesiapan siswa memahami penjelasan, berkaitan erat dengan usia, jenis kelamin, kemampuan, latar belakang sosial, dan lingkungan belajar.
Sehubungan dengan itu ada tiga pertanyaan yang harus membimbing seseorang untuk merencanakan suatu penjelasan, yaitu :
  1. Apakah penjelasan itu cukup relevan dengan pertanyaan yang diajukan siswa
  1. Apakah penjelasan itu memadai, yakni mudah diserap siswa melalui apa yang telah diketahui
  1. Apakah penjelasan itu cocok dengan khazanah pengetahuan anak pada waktu itu.
Contoh : Siswa yang berada pada tingkat operasi kongkrit dengan pemakaian istilah yang masih terbatas dan kalimat yang panjang masih sukar ditangkap penggunaan contoh harus lebih banyak.
  1. Komponen menyajikan penjelasan
  1. Kejelasan
Kejelasan yaitu keterampilan yang erat kaitannya dengan penggunaan bahasa lisan. Kejelasan dalam menjelaskan, dapat dicapai dengan berbagai cara seperti bahasa yang jelas, berbicara dengan lancar, dan mendefinisikan istilah-istilah teknis, serta berhenti sejenak untuk melihat respon peserta didik.
  1. Penggunaan contoh dan ilustrasi
Agar penjelasan yang diberikan dapat dipahami sesuai dengan tujuan yang diharapkan maka diperlukan beberapa contoh dan ilustrasi. Penggunaan contoh dan ilustrasi dapat dilakukan mengikuti pola induktif atau pola deduktif
  • Induktif, yaitu memberikan contoh terlebih dahulu dan akhirnya menyimpulkan.
  • Deduktif, yaitu menggunakan contoh untuk memperjelas suatu hukum atau generalisasi yang diberikan terlebih dahulu.
Pola yang digunakan bergantung pada materi pembelajaran, kemampuan, usia dan latar belakang kemampuan peserta didik tentang pembelajaran tersebut.
  1. Pemberian tekanan
    Pemberian tekanan dilakukan pada bagian-bagian yang penting dengan cara penekanan suara atau mengemukakan tujuan. Keterampilan memberikan tekanan mencakup :
  • Mengadakan variasi dalam gaya mengajar guru
Contoh : Memberi tekanan pada suara guru ketika memberikan butir-butir yang dianggap penting.
  • Membuat struktur sajian
Yaitu menunjukkan tujuan utama sajian.
Contoh :
  • Memberikan pengulangan
  • Mengatakan sesuatu yang dianggap penting dengan kalimat lain
    yang lebih mudah dipahami
  • Memberikan tanda lisan, seperti kata “pertama” , ”kedua” dll.
  • Peserta didik diberi kesempatan untuk menunjukkan pemahaman ataupun keraguan ketika penjelasan berlangsung (balikan).
Balikan bertujuan untuk mendapat informasi tentang tingkat pemahaman siswa, baik melalui pertanyaan mapun melalui tugas.Pada waktu memberikan penjelasan, hendaknya guru memperhatikan gerak-gerik dan mimik peserta didik, apakah penjelasan yang diberikan dapat dipahami atau meragukan, menyenangkan atau membosankan, dan apakah menarik perhatian atau tidak. Untuk kepentingan tersebut, perhatikanlah mereka selama memberikan penjelasan, ajukan pertanyaan-pertanyaan dan memberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.

Daftar rujukan
  1. http://keguruandanpendidikan.blogspot.com/2011/10/sbm.htmlSukirman, Dadang. 2010. Keterampilan Dasar Mengajar. D:\Pasca sarjana UNP\Strategi
  1. pembelajaran fisika\BAHAN\06 Keterampilan Dasar Guru\makalah ket das mengajar.  
  1. https://cecepkustandi.wordpress.com/2015/08/19/ke